Syarat dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan VISA Student Taiwan (scholarship) sebenarnya sangat sederhana, yaitu :
1. Mengisi formulir dan pasfoto 4×6
2. Paspor masa berlaku min 12 bulan
3. Letter of Acceptance (asli + fotocopy)
4. Ijazah yang telah dilegalisir TETO (asli + fotocopy)
5. Fotocopy Kartu Keluarga
6. Medical Check Up di RS atau klinik yang ditunjuk TETO
Untuk Student non scholarship maka wajib menunjukkan rekening tabungan dengan jumlah yang cukup untuk biaya hidup di Taiwan. Untuk LOA dasli dan ijazah yang telah dilegalisir TETO nanti akan dikembalikan kok saat VISA kita keluar. Untuk pengajuan VISA dilakukan di kantor TETO di :
Taipei Economic and Trade Office in Indonesia (TETO)
Lantai 12 (Divisi Pelayanan)
Gedung Artha Graha, Jalan Jendral Sudirman,
Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia
Untuk formulir aplikasi VISA bisa didownload di website TETO atau di sini. Sedangkan untuk Rumah Sakit dan klinik serta formulir Medical Check Up bisa didownload di sini dan di sini. Untuk biaya pembuatan VISA adalah Rp 627.000 (3 hari kerja). Jika ingin dipercepat menjadi 2 hari kerja maka kita bisa mengajukan percepatan dengan membayar sebesar 150 % dari tarif normal (Rp 940.500).
Mudah bukan? Tetapi…….. ada beberapa point yang cukup ruwet dan menambah biaya, yaitu mencakup legalisir ijazah TETO. Ijazah tidak akan pernah bisa langsung dilegalisir TETO, tetapi kudu melalui Depkumham, Deplu, dan terkadang notaris terlebih dahulu jika ijazah kita (English Ver.) dikeluarkan oleh kampus kita. Depkumham dan Deplu tidak mau tuh menerima translate English Ver. dari kampus !! Aneh ya… tapi memang begitulah adanya. Bagi teman-teman yang tidak punya ijazah atau transkrip English Ver. maka harus ditranslate terlebih dahulu melalui penerjemah tersumpah. Dalam hal ini, maka Notaris tidak diperlukan.
Untuk contoh biaya yang diperlukan, saya mengambil contoh VISA saya sendiri. FYI, saya diterima di Program Dual Degree pada Program Master NTUST. Dalam Registration Guideline NTUST disebutkan syarat dokumen yang harus saya bawa adalah sbb : (1) paspor asli dan fotocopy, (2) student registration form, (3) ijazah S1 asli, (4) two recent photographs, (5) fotokopi ijazah S1 English Ver. yang telah dilegalisir TETO, (6) fotokopi transkrip S1 English Ver. yang telah dilegalisir TETO, (7) sertifikat asuransi kesehatan yang telah dilegalisir TETO, (8 ) financial statement, untuk yang mendapat scholarship bisa di-skip, (9) sertifikat medical check-up, (10) Laporan Kemajuan Belajar S2
Dari persyaratan dokumen NTUST di atas, maka dokumen yang perlu saya legalisir di TETO dengan prosedur melalui Depkumham dan Deplu yaitu point (3), (5), (6), (7), dan (9). Jadi semuanya ada 5 dokumen.
Karena baik ijazah S1 dan transkrip English Ver. saya semuanya dikeluarkan oleh ITS, maka Depkumham dan Deplu tidak akan menerima English Ver. ITS (payah) sehingga saya juga harus melalui Notaris untuk verifikasi.
Berhubung saya pake versi dipercepat (buru-buru), maka rincian biaya yang dihabiskan +/- sbb:
1. Notaris = 5 dokumen x Rp 50.000 = Rp 250.000
2. Depkumham = 5 dokumen x Rp 50.000 = Rp 250.000
3. Deplu = 5 dokumen x Rp 50.000 = Rp 250.000
Semuanya dengan tarif percepat tersebut selesai dalam waktu 1 hari kerja. Kalau teman-teman mau mengurus sendiri dengan tarif normal maka biaya per dokumen sekitar Rp 15.000/dokumen dengan waktu 2 hari kerja untuk tiap Departemen. Dihitung sendiri ya kalau mau pakai jasa normal
Kemudian setelah melalui ketiga Departemen tersebut, maka kita minta untuk legalisir TETO. Tarif normal (5 hari kerja) adalah Rp 142.500/dokumen. Karena saya lagi-lagi dipercepat, maka saya menggunakan jasa kilat untuk 2 hari kerja sehingga tarifnya naik menjadi 150 % atau Rp 213.750/dokumen. Sehingga total biaya yang saya butuhkan untuk legalisir TETO ini sebesar = 5 dokumen x Rp 213.750 = Rp 1.068.750
Silahkan dihitung sendiri dulu ya sampai di sini sudah habis berapa
Ini masih belum aplikasi VISA lho…. Untuk aplikasi VISA tarif normal 3 hari kerja adalah Rp 627.000. Untuk mempercepat maka biaya yang dibutuhkan juga naik menjadi 150 % yaitu sebesar Rp 940.500
Jadi total biaya yang saya habiskan dengan proses kilat adalah Rp 2.759.250 (bukan angka yang sedikit, hiks) dengan waktu yang diperlukan max. sekitar 2 minggu (belum kalau ada mbulet-mbuletnya, misal TETO kita salah formulir dsb). Ingat-ingat, pengajuan VISA cuma dari jam 08.00 – 11.30 saja lho…. Ada beberapa alasan kenapa cara kilat dipilih, yang paling umum karena ijazah keluar mepet banget dengan waktu kedatangan yang diminta Universitas di Taiwan. Misal di ITS Yudisium baru pertengahan Agustus, padahal NTUST minta awal September kita sudah harus di Taipei. Wah wah…. benar-benar di awal memang perlu banyak biaya ya, hehehehe. Belum biaya apply paspor, medical check-up, asuransi, dan biaya tiket pesawat. Belum lagi sangu awal kita untuk di Taipei (karena dengar-dengan beasiswa biasanya baru keluar bulan ke-2 lho). Jadi kira-kira kita kudu menyiapkan antara 6-10 juta-an lah. Salut bangets buat kita-kita yang sudah bondo nekat untuk berangkat
O iya ada yang ketinggalan. Agar bisa berhemat jangan lupa mengurus bebas fiskal ya…. Lumayan kalau bisa dapat bebas fiskal berarti kita penghematan 1 juta. Tidak harus PNS kok, mahasiswa juga bisa mendapatkan bebas fiskal ini.
Anyway, biaya segitu semoga akan impas dengan ilmu yang akan kita serap di Taiwan
Semoga bermanfaat.
~ yang habis shock dengan pengeluaran untuk berangkat ke Taiwan ~
September 1, 2008 at 10:41 am
Yup…cukup melelahkan….ya?
September 1, 2008 at 11:56 am
Very…
September 22, 2008 at 2:01 pm
Well….ruwet bin mbulet… Kamu dapet beasiswa S2 ato S3 sich?
September 22, 2008 at 2:04 pm
Hehehe, iya tuh ruwet bangets. Semua teman-teman saya bilang memang mbulet kok, apalagi kl pas berurusan dengan calo. Ini beasiswa S2 Mas, Double Degree. Jadi kuliah di ITS dan di NTUST tinggal thesis saja.
September 22, 2008 at 5:06 pm
Permisi tanya donk, untuk legalisir ke departemen2 pemerintah biayanya Rp 50 000,- per dokumen, bayarnya ke siapa ya?
September 22, 2008 at 5:24 pm
Itu bayarnya di kasir masing Departemen Pak. Nanti biasanya ditunjukkan tempatnya
October 10, 2008 at 7:08 am
Wah, infonya lengkap banget
Jadi banyak kebantu loh
Numpang tanya nih, mengenai heath cetificate
Kalau kita disananya ngga lama (sekitar 5-6 bulan gitu) sebaiknya pakai yang mana ya?
Kalau yang di daftar RS itu kan terbatas banget RSnya. Mana yang lebih mudah n murah tapi tetap diakui TETO. Makasih banyak ya
December 31, 2008 at 8:55 pm
Maaf baru reply. Untuh health certificate harus tetap yang diakui RS TETO, soalnya mereka ketat banget Mbak…daripada kayak saya bolak-balik lebih baik cari yang save
January 26, 2009 at 7:09 pm
…wah… lengkap banget informasinya… terima kasih banyak lho…
February 3, 2009 at 2:55 am
Kemarin (tgl 14 Jan 2008) saya translate, and legalisir di Deplu, Dephan, sampe TETO hanya habis 1.750.000 (ini yang dicepetin hanya di TETO-nya, lamanya: 2 minggu).. Kalo mo dicepetin di Departemen-departemen nya juga totalnya 2.250.000 – lamanya: 1 minggu.
Medical checkup saya habis 300.000 di Klinik Satria Medika, Hayamwuruk, Jkt.
Untuk visa saya belom tau..besok baru mo apply
February 3, 2009 at 7:00 am
Wah.. terima kasih banyak Mas Yoyo update info nya. Ayo siapa lagi yang mau berangkat ke Taiwan?
February 5, 2009 at 2:23 am
Update lagi…:
Untuk visa resident – student ke taiwan skr harganya 627.000 .
Trus syaratnya:
1. Mengisi formulir dan pasfoto 4×6
2. Paspor masa berlaku min 12 bulan
3. Letter of Acceptance (asli + fotocopy)
4. Ijazah yang telah dilegalisir TETO (asli + fotocopy)
5. Fotocopy Kartu Keluarga
6. Buku Tabungan Asli ( kalo buat beasiswa sih ga ditentuin besarnya..)
7. Medical Check Up di RS atau klinik yang ditunjuk TETO ( nah skr ini..kudu di legalisir .. biayanya Rp. 500.000 (di sput..jadi 3 hari)..tarif normal Rp. 300.000, jadinya seminggu).
February 7, 2009 at 5:41 pm
btw medical check up dilegalisisr di mana? di TETO juga?
February 7, 2009 at 5:58 pm
Kl pas jaman saya ngurus VISA dl medical check up langsung dibawa ke TETO pas mbuat VISA nya, jd bukan termasuk dokumen yang harus dilegalisir via Dephumkam dan Deplu. Tapi kl membaca info update Mas Yoyok punya kok ada kata DILEGALISIR. Nah kl sudah ada kata legalisir itu berarti melalui Dephumkam-Deplu-TETO, sama dengan legalisir ijazah. Gimana nih Mas Yoyok?
February 7, 2009 at 8:51 pm
klo dilihat biayanya 500 rb mgkin dilegalsir di TETO, soalna kalo dilegalisisr di depkuham dan deplu ga mgkn sampe semahal itu. saya ngurus kok murah ya? di depkumham 1 lembar cuma 10000+ meterai terus dideplu klo kilat 1 hari cuma 30rb per dokumen. atau emang ada jasa pengurusannya?
mohon informasi ni…soalnya saya mau urus visa sekolah. keberangkatannya dalam waktu deket akhir bulan
February 7, 2009 at 9:11 pm
o ya legalsirnya lewat notaris dl?
February 7, 2009 at 10:05 pm
buat yoyo:
biayanya Rp. 500.000 (di sput..jadi 3 hari)..tarif normal Rp. 300.000, jadinya seminggu)>>> ngurus sendiri atau lewat agen?
kasih gw info dunk di 08164256486. thx
February 7, 2009 at 10:08 pm
Iya Mas, dulu memang pas saya ngurus di Deplu Dephumkam pakai jasa calo karena posisi saya di Surabaya dan malas bolak balik, jadinya kena agak mahal. Prosedur resmi untuk legalisir setahu saya melalui Dephumkam-Deplu-TETO. Notaris diperlukan jika dokumen kita “tidak diakui” seperti ijazah S1 saya yang English Version yang dikeluarkan oleh kampus. Mereka maunya kl segala sesuatu yang berbau English Ver. ditranslate oleh penerjemah tersumpah. Nah, kl kita terlanjur punya English Ver. yang dikeluarkan kampus, maka harus lewat Notaris dulu untuk disahkan keasliannya, baru masuk ke Dephumkam dst (dan tidak perlu translate lg ke penerjemah tersumpah). Tetapi kl ijazah sdh translate ke penerjemah tersumpah maka tidak perlu Notaris. Nah untuk yang Med Check ini sy yang kurang tahu, dulu sy langsung sj dibawa ke TETO karena form sdh resmi dr dia dan RS juga resmi yang ditunjuk TETO.
February 7, 2009 at 10:37 pm
klo form medical check up kan sudah dalam bahasa mandarin dan inggris kiraa2 masih perlu notaris ga ya?bingung nih mbak, tgl 26 harus pergi…baru mau ngurus visa besok.kebetulan saya dijakarta.thx
February 7, 2009 at 10:38 pm
kalo dilihat bisa selesai 3 hari itu termasuk legalisir TETO ga ya?
February 8, 2009 at 4:01 pm
Kl saya dulu (Juli 2008), jika form medical check up nya adalah form yang disediakan TETO dan RS nya ditunjuk TETO, maka g perlu ke mana2 (Notaris, Dephumkam, atau Deplu), jadi langsung diserahkan ke TETO nya. Sebaiknya Mas Ronald langsung sj ke Artha Graha dan tanya langsung di sana
June 23, 2009 at 3:44 pm
Thanks ya untuk info2nya.
Mau tanya, kalau ijasah saya dalam bahasa indonesia, apa saya masih perlu minta cap dari notaris? Terus kalau ke Dephumkam dan Deplu perlu surat pengantar apa gak ya?
Nanti ke Dephumkamnya ke bagian apa? terus di Deplu bagian apa?
Mohon Infonya.
Terima kasih banyak
Wedley
June 23, 2009 at 3:45 pm
Tolong infonya ya
October 8, 2009 at 2:18 pm
Mbak, saya mau nanya soal agen yang bisa menurus legalisasi ijazah kita di teto.
Saya bertempat tinggal di surabaya juga.
Mbak dulu minta tolong agen jugakah?
Alamatnya dan kontaknya dimana ya?
Terima Kasih
October 12, 2009 at 1:04 am
Coba Anda bisa minta bantuan legalisir dokumen sekolah (dokumen utk kerja jg bisa) ke Taiwan di http://www.everydaymandarin.com
Saya skrg ambil S2 di NTUST. Kemarin total kita ada 7 orang dapet beasiswa dari pemerintah Taiwan, diurus oleh Everyday Mandarin sekalian berikut legalisir dokumennya. Setelah saya banding2kan dgn 6-7 agen, Everyday Mandarin biayanya paling rendah dan kredibiltas mereka diakui di Kadin Taiwan (TETO), Dephumkam, dan Deplu. Yang mau dtg Taiwan, emailku: conny.pangestu@yahoo.com