“Mbak, susah nggak sih belajar di luar negeri kayak Taiwan?”
Sering saya mendapat pertanyaan ini dari beberapa adik kelas yang tertarik untuk belajar di luar negeri khususnya di Taiwan. Dan jawaban saya adalah:
“Saya yakin kamu pasti bisa survive….karena kita di Indonesia kita dituntut belajar lebih banyak dengan fasilitas terbatas. Dan itu juga nggak mudah…..
Saya tidak mengada-ngada lho…dan juga tidak bilang kuliah di Taiwan gampang (*kuliah di sini sulit karena evaluasi pengajaran yang sangat ketat, PR yang banyak, dan bagi saya pribadi karena….most of the exams are closed book LOL). So let us make comparison, kuliah program Master di Chemical Engineering Dept. NTUST hanya 24 sks (thesis di sini tidak dihitung). Karena semua mata kuliah memiliki bobot 3 sks, maka total mata kuliah yang harus diambil cuma 8 mata kuliah. Sedangkan di Jurusan Teknik Kimia ITS, total untuk lulus harus menyelesaikan 40 sks (sudah termasuk thesis, 9 sks). Antara mata kuliah yang satu dengan yang lain bervariasi kalau nggak 2 ya 3 sks. Jadi 31 sks bisa berarti sekitar 12 courses di ITS. Oke lah biar adil saya akan membandingkan antara sks yang bener-bener kuliah, di NTUST total 24 sks dan di ITS 31 sks. Jadi, sebenarnya kita dituntut belajar lebih banyak di Indonesia………
Itu baru dalam hal perkuliahan. Bagaimana dengan yang lain? Satu hal yang paling membuat saya surprise ketika datang ke sini adalah perihal fasilitas dan manajemen. Mungkin dua hal prinsip inilah yang membuat di sini dan di ITS (more…)


