paspor oh paspor

Prosedur Pengurusan SPRI

Tanggal 10 Juni 2008 kemarin (pas hari Selasa) mungkin masuk dalam kategori hari yang tak terlupakan. Yup, apply paspor untuk pertama kali di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Kantor Wilayah Jawa Timur, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya. Deket bungur aja, jadi berangkat by motor lah. Sendirian karena teman-teman yang lain sudah mengurus paspor satu hari sebelumnya. Sebelum itu, kembali ke H-1, saya memperoleh informasi bahwa permohonan Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI) atau paspor bisa dilakukan secara online. Fasilitas online ini sangat membantu dalam pengurusan paspor. Kita tinggal meng-entry data ID kita plus attach beberapa ID card yang diminta sebagai prasyarat utama, yaitu KTP, Kartu Keluarga (KK), akte/ijazah, pas foto 3×4. Semuanya harus dibawah 300 KB. Setelah itu kita print 2x dan kita bawa pada saat kita apply paspor. O iya, di website ini bisa kita temukan rincian biaya yang kita habiskan, karena saya mengurus paspor umum, maka rincian biaya adalah sbb :

  1. Formulir aplikasi Rp 7.500,00
  2. Blanko paspor Rp 200.000,00
  3. Biaya foto Rp 55.000,00
  4. Biaya sidik jari Rp 15.000,00

Jadi total biaya yang kita siapkan sebanyak Rp 277.500,00. Ternyata mengurus paspor itu murah , hi hi (baru tau). Jangan bawa uang pas ya, karena  kita harus bayar parkir seribu, trus kalo pas kelamaan ngantri mending ke kantin aja minum soft drink atau makan sekalian kalau belum makan. Bawa 300 rb is much better lah [*tongue*].

Ok, kembali ke hari H. Semua teman menyarankan saya agar berangkat pagi-pagi, tapi karena kesibukan saya (cieee…..) baru bisa berangkat jam 13.15 WIB. Akhirnya, sampailah saya di Kantor Imigrasi pada jam 13.45, setelah tanya ke tukang parkir, saya langsung ditunjukkan bagian pengurusan paspor. Trus? tanya lagi dong ke petugas loket, diminta untuk ke loket 6 untuk menyerahkan print out online dan nunjukkan berkas asli dan fotocopy 2x. Setelah itu, bayar ke kasir dan……..ngantri. Dengan mengisi form online, kita sudah mendapat nomor antrian di formulir pembayaran kita dan tidak perlu lagi mengisi formulir manual => keriting ngisi, tulisannya kecil-kecil. Dapat 249, agak lama juga sih ngantri karena saat itu layar menunjukkan nomor 182. adi tinggal ngantri untuk wawancara, foto, dan sidik jari. Semuanya dalam satu ruangan, jadi kita tinggal duduk manis saja sambil nonton TV, ok.

Nah, saat-saat happening in my life itu terjadilah. Saat itu nomor antrian di monitor menunjukkan no 191, dan keluarlah seorang perempuan, mungkin 25-30 tahun usianya, calon TKW, keluar dengan wajah murung. Belum sang TKW duduk, seorang calo berperawakan agak gendut datang dan marah-marah ke wanita malang ini dengan ganas. Meskipun marah-marah dengan Bahasa Madura, saya sedikit mengerti lo dikit-dikit, maklum blasteran nih. Si calo marah-marah karena jawaban sang TKW saat wawancara tidak tepat ketika ditanya petugas tentang tempat lahir di KTP dan KK nya yang tidak sama. Informasi tambahan, sebenarnya wawancara yang saya dapati sangatlah mudah, saya cuma ditanya “pernah ke luar negeri sebelumnya?, dalam rangka apa ke luar negeri?’, sudah dan langsung foto dan scan sidik jari, semua proses selesai dalam waktu 15 menit. Kembali ke si Mbak TKW, dia akhirnya tidak lolos untuk mendapatkan paspor, yang berarti kesempatan dia untuk mengais rejeki di luar negeri juga gagal (atau tertunda?). Dan apa artinya itu? Hutang-hutang dia juga belum bisa terbayarkan karena kegagalannya itu, yach mungkin hutang 30 juta-an lah.

Kok bisa? Karena berdasar pengalaman (dan) cerita tentang TKW tetangga saya, pada umumnya pihak calo meminta uang keberangkatan biasanya minimal 30 juta-an. Uang sebesar itu katanya dipakai untuk biaya pengurusan surat-surat, training, keberangkatan, dan penempatan. Yang lebih miris, gaji mereka di tahun pertama masih dipotong dan masuk ke kantong para calo. Tetangga saya bilang, katanya mengurus paspor habis + 5 juta. Duh duh, parah parah banget. Ini jelas penipuan kepada rakyat kecil. Jelas-jelas di papan informasi Kantor Imigrasi tertulis rincian biaya SPRI untuk Calon TKI sbb:

  1. Formulir aplikasi Rp 7.500,00
  2. Blanko paspor Rp 50.000,00
  3. Biaya foto Rp 55.000,00
  4. Biaya sidik jari Rp 15.000,00

Jadi total biaya seharusnya Rp 127.500,00. Dengan pertimbangan bahwa dimana-mana calo biasanya minta 5x lipat, total yang harus dikeluarkan untuk paspor tidak mungkin lebih dari 1 juta. Satu hal lagi yang membuat saya tidak habis pikir, kenapa pula identitas para calon TKI/TKW malang itu juga diganti? Apakah mereka tidak mikir ya dengan mengganti identitas (nama, alamat, dsb) itu akan merugikan TKI/TKW kalau terjadi apa-apa dengan mereka di negara orang? Padahal, data tahun 2007 menunjukkan bahwa TKI menyumbang devisa sebesar US$ 480 milyar. Kalau kita pake kurs 1 US$ = Rp 9.330, maka total devisa yang disumbang TKI selama tahun 2007 saja sebesar 4.478.400.000.000.000 (banyak banget angka 0 nya).

Saya jadi berpikir, apa ini ya yang disebut salah satu contoh kecil lingkaran setan kemiskinan di negeri kita ini? Rakyat kecil, yang berpendidikan rendah, lugu, buta informasi dan teknologi, menjadi korban orang-orang yang memanfaatkan segala cara untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya. Ini baru salah satu contoh kasus yang saya jumpai dalam pengurusan paspor, belum yang lain-lain. Duh duh memikirkan negara ini sendirian memang benar-benar bikin pusing.

Advertisements

3 comments on “paspor oh paspor

  1. Assalamu ‘alaikum
    teman2 semua, ati2 di negeri orang ya?
    jangan lupa bepergian dengan mahram ya?
    BarokaLlahu fiikum
    Wassalamu ‘alaikum

  2. kayanya sepulang dari taiwan mbak Ianatul menidngan buka PJTKI Kerah Putih deh.. 🙂 PJTKI yang baik dan tidak menipu? gimana? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s